Fungsi Pembulatan Desimal Pada PHP

Tulisan diambil dari http://away.web.id

Pada PHP, bilangan desimal dituliskan dengan pemisah . (tanda baca titik). Misalnya 10.4 (red: baca sepuluh koma empat). Pada beberapa kasus, kita ingin membulatkan bilangan desimal tersebut menjadi bilangan bulat. Ada beberapa kemungkinan pembulatan yang bisa dilakukan, pembulatan ke atas menjadi 11, pembulatan ke bawah menjadi 10, atau pembulatan biasa menjadi 10. Untuk pembulatan biasa, jika angka di belakang koma di bawah 5, akan dibulatkan ke bawah, tapi jika angka di belakang koma sama dengan atau lebih dari 5, akan dibulatkan ke atas.

PHP punya beberapa fungsi yang digunakan untuk pembulatan desimal, yaitu ceil, floor dan round.

  1. Pembulatan Ke Atas dengan fungsi ceil()
    Fungsi ceil() digunakan untuk pembulatan ke atas dari sebuah bilangan desimal menjadi bilangan bulat integer. Bentuk umum fungsi ini adalah
    ceil(float $nilai);
    parameter yang dibutuhkan adalah sebuah bilangan float/desimal.
    Contoh penggunaan:
    <?php
    echo ceil(10.4) // 5
    echo ceil(99.9999) // 100
    echo ceil(-1.347) // 1
    ?>
  2. Pembulatan Ke Bawah dengan fungsi floor()
    Fungsi floor() digunakan untuk pembulatan ke atas dari sebuah bilangan desimal menjadi bilangan bulat integer. Bentuk umum fungsi ini adalah
    floor(float $nilai);
    parameter yang dibutuhkan adalah sebuah bilangan float/desimal.
    Contoh penggunaan:
    <?php
    echo floor(10.4) // 10
    echo floor(99.9999) // 99
    echo floor(-1.347) // 2
    ?>
  3. Pembulatan Biasa dengan fungsi round()
    Fungsi round() digunakan untuk pembulatan dari sebuah bilangan desimal. Untuk pembulatan menggunakan round, jika angka di belakang koma di bawah 5, akan dibulatkan ke bawah, tapi jika angka di belakang koma sama dengan atau lebih dari 5, akan dibulatkan ke atas. Pada fungsi ini kita bisa menentukan berapa angka di belakang koma, jadi nilainya tidak selalu bilangan integer. Bentuk umum fungsi ini adalah
    round ( float $nilai [, int $angkabelakangkoma = 0 [, int $mode = PHP_ROUND_HALF_UP ]] )
    parameter utama yang dibutuhkan adalah nilai desimal. Parameter kedua dan ketiga sifatnya optional. Parameter kedua digunakan untuk menentukan berapa angka di belakang koma pada saat proses pembulatan, jika parameter ini tidak ditentukan maka nilai defaultnya adalah 0. Parameter ketiga digunakan untuk menentukan mode pembulatan.

    <php
    echo round(3.4); // 3
    echo round(3.5); // 4
    echo round(3.6); // 4
    echo round(3.6, 0); // 4
    echo round(1.95583, 2); // 1.96
    echo round(1241757, -3); // 1242000
    echo round(5.045, 2); // 5.05
    echo round(5.055, 2); // 5.06
    echo round(9.5, 0, PHP_ROUND_HALF_UP); // 10
    echo round(9.5, 0, PHP_ROUND_HALF_DOWN); // 9
    echo round(9.5, 0, PHP_ROUND_HALF_EVEN); // 10
    echo round(9.5, 0, PHP_ROUND_HALF_ODD); // 9

    echo round(8.5, 0, PHP_ROUND_HALF_UP); // 9
    echo round(8.5, 0, PHP_ROUND_HALF_DOWN); // 8
    echo round(8.5, 0, PHP_ROUND_HALF_EVEN); // 8
    echo round(8.5, 0, PHP_ROUND_HALF_ODD); // 9
    ?>

This entry was posted in Pemrograman PHP. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s